12 Kamera Untuk YANG MASIH DIBAWAH UMUR

YANG Masih Dibawah Umur, adalah sinetron striping produksi Sinema Art, yang kini sudah tayang di RCTI. Karena harus tayang tiap hari, maka proses shootingnya pun harus selesai minimal 1 episode dalam sehari. Untuk menopang pekerjaan berat itu, maka pihak managemen produksi menyediakan 12 Kamera yang dibagikan ke 4 Unit Kerja.

Sinetron ini berkisah tentang nasib anak-anak produk keluarga broken home. Pesan yang diusung antaralain agar pihak anak jangan frustrasi dan berbuat negatif hanya karena Ortunya cuek atau bercerai. Sebaliknya, buat pihak Ortu agar jangan cuek pada anak, jangan gampang bercerai, jangan cuma memikirkan kepentingan diri sendiri, tap sebaliknya harus lebih memperhatikan nasib anak. Bahkan berkorbanlah demi anak. Suka atau tidak suka, anak adalah buah dari cintakasih suami-istri, karena itu harus dikasihi dengan sepenuh hati, karena anak tidak minta dilahirkan. Jadi kalau ortu berani melahirkan anak, maka harus berani berkorban untuk kebahagian mereka.

Ekspos Sisi Positif Remaja

Saat Bintang Film hadir di lokasi shooting YMDU, Subakti IS, selaku sutradara utama, tengah shooting adegan persiapan panggung untuk pertunjukan malam dana. Panggung tersebut berukuran besar dan megah yang nantinya diperuntukkan buat pagelaran pertunjukan cheerleader, streetball, BMX Freestyle, dan skateboard. “Disini saya menampilkan extreme sport, olahraga yang menurut saya sungguh sangat istimewa. Ketrampilan ini perlu kita ekspos sebagai sisi positif dari anak-anak remaja agar tak terjerumus pada aktifitas yang tak jelas juntrungannya!”, ujar Subakti. Ditempat terpisah, co-sutradara Teguh Prayogi dari Tim 2 tengah menangani adegan anak anak SD yang sedang bertengkar karena kostum tokoh Amel koyak oleh salah seorang seterunya. Makna yang mau dicapai? “Edukasi. Masalah tanggung jawab. Siapa berbuat harus berani bertanggung jawab!”

Bagian luar Studio Persari, yang jadi lokasi shooting sinetron ini, tampak dipenuhi pemain dan kru YMDU. Dan ke-empat tim pun, berbagi adegan dan berbagi pemain sesuai yang tertera di dalam scenario. Para pemain pun dikelompokkan sesuai keahlian. Ada pemain khusus bidang tari, ada pula tim skateboard, BMX, dan cheerleader. Dari segi jumlah pemain, sinetron ini terbilang semi kolosal. Dari aspek tehnis, punya kesulitan yang cukup tinggi, karena mengandung adegan-adegan berbahaya semisal kejar-kejaranbersepeda atau atraksi skate board yang menegangkan. Karenanya, terkadang terjadi pula kecelakaan-kecelakaan kecil ketika pengambilan gambar diadakan. Akan hal itu, Subakti mengatakan, semua yang terjadi masih terkendali. Antisipasi ke depan? “Semua crew harus bekerjasama dengan lebih baik lagi, punya sense of belonging dari setiap co-sutradara, ataupun kru, dan seluruh departemen. Kalau enggak, akan kacau. Sebuah karya film memang membutuhkan kolaborasi. Itu harus. Tetapi celakanya terkadang ada saja temen yang punya ego berlebihan. Disinilah posisi saya sebagai koordinator berperan agar yang berlebihan itu dijinakkan!”.

Disediakan Klinik

Bekerja di sinetron berjenis striping, diakui oleh semua partisan memang enak disegi income. Bayangkan, honoraium yang mereka terima dari puluhan episode, bahkan kalau ratingnya naik bisa jadi ratusan episode. Dan hebatnya, setiap episodenya dikerjakan cuma dalam satu hari. Namun, disisi lain, ada pula konsekwensi yang harus dibayar. Yakni, kesehatan bisa ambruk. “Ya, mau apalagi. Ini resiko profesi”, ujar Subakti, “kita harus mau kerja ekstra keras, harus berani capek, bahkan kemungkinan bisa sakit, karena tiap malam harus begadang!”.

Selama ini, sudah ada yang ambruk? “Nggaklah. Karena sebenarnya di SinemArt ada batasan waktu kerja. Yaitu maksimal jam 24.oo. harus break, supaya besok paginya fresh kerja lagi. Tapi kadangkala kita kalau kerja lagi tanggung, peraturan terpaksa dilanggar!”.

Dilokasi shooting disediakan klinik sendiri, lengkap dengan dokternya. Setiap hari semua kesehatan crew dikontrol dan diberi vitamin.

(BINTANG FILM, EDISI 012, JULI 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s